Rabu, 29 Mei 2013

Cerpen

Einstein Vs Mr. Bean

Suatu hari Einstein dan Mr.Bean ga sengaja ketemu di sebuah taman. Einstein sedang merasa bosan, Mr.Bean pun sedang terlihat santai, lantas Einstein mengajak Mr.Bean bermain sebuah permainan. 
Einstein: Bean, kita maen yu.. Permainannya gini, gw kasi pertanyaan ke u, kalo u gabisa jawab, u kasi gw $1 aja. Nah, kalo u ngasi pertanyaan ke gw dan gw gabisa jawab, gw kasi u $1000
Mr.Bean: yayaya (dengan muka khasnya yg tersenyum)
Einstein: Gw dulu ya.. Pertanyaannya.. Berapa jarak dari bumi ke bulan?
Mr.Bean: Hehehe, (langsung merogoh kantongnya dan memberi $1 dan diberikannya uang itu ke Einstein)
Dan sekarang giliran Mr.Bean bertanya
Mr.Bean: My turn... Apakah yang saat naik ke atas bukit menggunakan 3 kaki, dan saat turun menggunakan 4 kaki? 
Lalu Einstein dengan cekatannya membuka semua buku yg ada di tasnya, bertanya kepada kolega2nya, rekan2nya, berpikir keras. Tetapi setelah 1 jam berlalu, akhirnya dia menyerah 
Einstein: Nih (memberikan $1000 sambil garuk2 kepala)
Mr.Bean: Hehehe (tawa khas Mr.Bean)
Lalu Bean pun hendak pergi dari taman itu
Einstein: Eh tunggu dulu, Bean. Emang jawabannya apa si?
Mr. Bean: hohoho... (lalu dia merogoh sakunya dan memberikan Einstein $1). Gw juga gatau.. :-P
Lalu Bean pun pergi meninggalkan Einstein
Einstein: #$%^(*&^"?>!!


Pendapatan Nasional

PENGERTIAN
   Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh  
   masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
 KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
   Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh
   unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam
   perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh
   perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan.
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
   PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara
   dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang
   dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
   RUMUS : GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
3. NNP (Net National Product)
   NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, 
   setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
   RUMUS : NNP = GNP – Penyusutan
4. NNI (Net National Income)
   NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak 
   tidak langsung (indirect tax)
   RUMUS : NNI = NNP – Pajak tidak langsung
5. PI (Personal Income)
   PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke 
   tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan
   social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
   RUMUS : PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan 
   social + Pajak perseorangan )
6. DI (Disposible Income)
   DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh  
   penerimanya.
   RUMUS : DI = PI – Pajak langsung
 METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Pendekatan Pendatan (Income Approach)
   Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan penerimaan (balas jasa) dari 
   faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa pada 
   kurun waktu satu tahun.
   Bentuk balas jasa dari faktor produksi :
   Tenaga kerja – upah (gaji) atau wage (w)    Tanah – sewa atau rent (r)   Modal – bunga atau interest (i)    Kewirausahaan/pengusaha – laba (keuntungan) atau profit (p)   NI = w + r + i + p  

   NI = estraktif  + agraris + industri + niaga + jasa
Jenis produksi
Nilai input
Nilai output
Nilai tambah
Kapas
Benang
Kain
Kemeja
0
5.000
7.500
12.500
5.000
7.500
12.500
20.000
5.000
2.500
5.000
7.500


45.000
20.000








   NI = E + A + I + N + J
2. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)

   Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh penge-luaran untuk   
   membeli barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu tahun.
   Pengeluaran yang dijumlahkan meliputi :
  - Pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk pembelian barang dan jasa  untuk  
    memenuhi kebutuhan saat ini (C)
  - Pengeluaran pemerintah  untuk membayar gaji PNS, membeli pera-latan, 
    perbaikan jalan, pembelian senjata, dll (G)
  - Pengeluaran investasi atau pembentukan modal tetap domestik bruto berupa 
    pembelian alat-alat produksi, bangunan baru, pembangunan jembatan, jaringan  
    irigasi, dll (I)
  - Ekspor neto yaitu selisih antara ekspor dengan impor (X – M)
    PDB = C + G + I + ( X – M)  
3. Pendekatan Produksi (Production Approach)
   Pendapatan  nasional  dihitung dengan  menjumlahkan  nilai  produksi barang  
   dan jasa akhir (barang dan jasa jadi) selama satu tahun.
   Penghitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh nilai produk  
   jadi yang dihasilkan suatu negara selama periode tertentu.
      Contoh menghitung pendatan nasional

Berdasar data di atas maka besarnya sumbangan empat jenis barang untuk  
   pendapatan nasional sebesar Rp 20.000 (nilai tambah) bukan Rp 45.000 (nilai 
   output).
MASALAH DAN KETERBATASAN PERHITUNGAN PDB (Pendapatan Domestik Bruto)

   a. Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu  negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.
Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan.
Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial  dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.
   b. Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.
   c. PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
      1)Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya  
        sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (>  
        SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
      2)Jumlah dan struktur kesempatan kerja :
        Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat 
        terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat  
        produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah  
        kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab 
        sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja 
        yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka  
        output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut 
        amat tinggi.
      3)Faktor-faktor nonekonomi :
        Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai,  
        faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang 
        produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya 
        bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung  
        tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara 
        yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa 
        modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu.
   d. Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.


Minggu, 19 Mei 2013

Membuat Teks Berkedip Di WordPress

Teks berkedip bisa dilihat seperti ini.., cara membuatnya pun sangat mudah dan bisa diterapkan di wordpress yang notabene tidak bisa menerima kode script :D tulisan berkedip ini juga bisa diletakkan di widget teks pada wordpress. 
Bahkan tulisan ini bisa diganti warnanya dan ukuran tulisannya :D lumayan lah bisa mempercantik blog wordpress gratisan kita :D 
Pertama, jika ingin meletakkannya sebagai widget, cukup masuk ke widget >> teks. Jika ingin membuatnya di postingan, cukup buat postingan baru dan menulis kode di bawah ini di mode HTML. 
<a style=”color:#FF0000;font-size:18px;text-decoration:blink;”>Tulis disini…</a> 
pada tulisan bewarna-warni di atas, bisa diganti sesuai dengan keinginan, tulisan biru adalah ukuran tulisan, warna merah adalah warna tulisan. Silahkan diubah sesuka hati yaa :)
Sekian, 
selamat mencoba, semoga membantu

STRUKTUR PASAR


Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA.
           Adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh jumlah produsen dan konsumen sangat banyak. merupakan struktur pasar yang paling ideal.
                              Ciri-ciri :
                              1)  Terdapat banyak penjual dan pembeli.
                              2)  Barang yang diperjualbelikan homogeny.
                              3)  Setiap perusahaan bebas keluar masuk.
                              4)  Pembeli mengetahui kondisi pasar.
                              5)  Faktor produksi bebas keluar masuk pasar.
                              6)  Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar.
                              7)  Tidak ada campuran tangan pemerintah.
Kebaikan dan keburukan Pasar Persaingan Sempurna.
Kebaikan
Keburukan
      1.       Tidak ada iklan
      2.       Tidak tampak kegiatan saling menyaingi antarpenjual 
      3.       Adanya satu harga
      4.       Kepuasan konsumen maksimal karena bebas menentukan pilihan
      5.       Keuntungna produsen maksimal
      6.       Produksi barang denga biaya minimal
      1.       Tidak ada pilihan bagi konsumen untuk memilih karena semua brang sama dan sejenis
      2.       Harga tidak bias ditawar lagi
      3.       Perusahaan tidak punya anggran untuk mengadakan penelitian.

PASAR MONOPOLI : hanya ada satu penjual yang menguasai perdagangan sehingga penjual dapat
     menentukan harga dan mencari keuntungan sebanyak mungkin.
Ciri utama Pasar Monopoli :
a)       tertutupnya pintu masuk ke pasar.
b)      Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli.
c)       Tidak ada perusahaan lain yang bias membuat barang substitusi yang ssempurna.
d)      Rintangan cukup kuat untuk masuk ke pasar.
e)      Pembeli tidak punya barang untuk memilih barang.
f)       Keuntunga hanya untuk satu penjual.
g)      Harga ditentukan pleh perusahaan.
Kebaikan dan keburukan Pasar Monopoli :
Kebaikan
Keburukan
       1.       Menghindari produk tiruan dan persaingan yang tidak sehat
       2.       Terjaganya kesinambungan stabilitas perusahaan
       3.       Mendorong penggunaan mesin dg tingkat teknologi tinggi
       4.       Mendorong peningkatan kinerja departemen penelitian dan pengembangan
     1.       Penyalahgunaan kekuaan ekonomi
     2.       Adanya pelecehan terhadap posisi pembeli
     3.       Adanya kesenjangan dalam pembagian pendapatan
     4.       Tidak ada persaingan
     5.       Mengurangi kesejahteraan konsumen
Oleh karena pasar monopoli hanya da ssatu penjual, maka pemerintah perlu camputangan dalam mengendalikan dampak negatifnya, antara lain :
                        -  Mencegah monopoli itu sendiri.
s                      -  Memberikan izin kepada perusahaan baru.
-                      -  Menambah penawaran barang dalam negeri dengan impor.
-                      -  Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET).
      PASAR OLIGOPOLY : hanya terdapat beberapa produsen atau sedikit perusahaan saja yang menjual produk yang identik atau mirip satu sama lain dengan banyak pembeli.
Ciri-ciri :
a)      Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak.
b)      Terdapat beberapa produsen yang menguasai pasar.
c)       Terdapat halangan kuat untuk masuk pasar.
d)      Kekuasaaan menentukan harga adakalanya kuat dan ada kalanya lemah.
e)      Satu diantara oligopolis adalah market leader yaitu penjual yg memiliki pangsa pasar yg terbesar.
Kebaikan dan keburukan Pasar Oligopoly :
Kebaikan
Keburukan
      1.       Terdapat sedikit penjual karena dibutuhkan      investasi besar untuk masuk pasar
      2.       Jumlah penjual sedikit membuat penjual dapat mengendalikan harga dalam tingkat tertentu
      3.       Bila terjadi perang harga, konsumen aklan diuntungkan
      1.       Terdapat rintangan yg kuat untuk masuk pasar
      2.       Akan terjadi perang harga
      3.       Produsen jika melakukan kerjasama akan merugikan konsumen


      PASAR MONOPOLISTIK : bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang menjual produk yang kurang lebih sama tetapi dengan berbagai macam variasi
Ciri-ciri :
a)      Terdapat banyak penjual.
b)      Terdapat diferensiasi produk.
c)       Penjual dapat mengendalikan harga dalam tingkat tertentu.
d)      Terdapat persaingan yg ketat dalam kuantitas dan iklan.
Kebaikan dan keburukan Pasar Monopolistik :
Kebaikan
Keburukan
       1.       Tdp banyak penjual sehingga konsumen memiliki pilihan
       2.       Bebas keluar masuk pasar akan mendoirong produsen berkompetsi sehat
       3.       Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yg diinginkan
       4.       Pasar yg mudah dijumpai
      1.       Memiliki tingkat persaingan yg tinggi
      2.       Untuk masukpasar tetap butuh modal yang besar
      3.       Mendorong produsen mengdakan inovasi produksi

Senin, 13 Mei 2013

PUISI

TULISAN.

PAHLAWAN PENDIDIKAN

jika dunia kami yang dulu kosong
tak pernah kau isi
mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana
tapi kini dunia kami penuh warna
dengan goresan garis-garis, jika kata
yang dulu hanya jadi mimpi
kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
itu karena kau yang mengajarkan
tentang mana warna yang indah
tentang garis yang harus dilukis
juga tentang kata yang harus dibaca
terimakasih guruku dari hatiku
untuk semua pejuang pendidikan
dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
dengan pendidikanlah nasib kita bisa berubah
apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
hanya ucapan terakhir dari mulutku
dihari pendidikan nasional ini
gempitakanlah selalu jiwamu
wahai pejuang pendidikan indonesia

Minggu, 12 Mei 2013

PERILAKU PRODUSEN

TUGAS.

Pengertian Produsen

            Produsen adalah orang atau kelompok yang menghasilkan barang dan jasa. sedangkan perilaku produsen adalah tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menghasilkan jasa dan barang. tujuan dari produsen adalah menhasilkan keuntungan yang besar.

Produksi dan Fungsi Produksi

            Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

            Fungsi produksi merupakan hubungan teknis antara faktor produksi (C,R,T,L) dengan hasil produksi.
Produksi dengan menggunakan :
·         1 variabel & yang lain tetap.
·         2 variabel, kombinasi 2 faktor produksi ditunjukkan dengan kurva isocost dan isoquant.

Produksi Optimal

Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.

Tingkat Produksi Optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :

1.  barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.  selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi
     dikurangi tingkat permintaan.
3.  Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama
     pemenuhan.

Least Cost Combination (LCC)

·         Penggunaan kombinasi faktor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah.
·         Syarat LCC : MRTS (marginalrate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.
ONGKOS DAN PENERIMAAN

Pengertian Ongkos
Ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.

Macam-macam ongkos sebagai berikut :

1.      Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.
2.      Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total) adalah Jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb.
3.      Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
4.      Averege Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-Rata ) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.
TFC
AFC = Q = tingkat output
5.      Averege Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-Rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.
6.      Averege Total Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
7.      Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
ATC ATVC
MC = ———
AQ AQ

Kurva Ongkos

            Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tinhkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor untuk memperoleh produksi guna memproduksi.

Pengertian Penerimaan

            Penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya.

Misalnya contoh : PT. Djarum Super mengiklankan produksi rokoknya, kemudian konsumen melihat iklan rokok tersebut, lalu konsumen tersebut akhirnya membeli rokok tersebut. Maka PT. Djarum Super akan menerima untung karena konsumen membeli rokok yang di iklankan.

Keuntungan Maksimum

            Keuntungan maksimum adalah keuntungan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya.

            Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau TR = Q x P.
            Setelah mendapat penerimaan, pasti perusahaan akan mendapatkan keuntungan berupa laba yang diperoleh. Biasanya keuntungan akhir yang diperoleh perusahaan merupakan keuntungan maksimum.